MasyaAllah, Amalan Ini Sederajat dengan Orang Rajin Puasa dan Shalat Malam

Dalam ajaran Islam Shalat malam (tahajud) dan puasa memiliki keistimewaan tersendiri.

Shalat malam, disebut Rasulullah Muhammad SAW sebagia shalat yang paling afdal setelah shalat wajib.

Sedangkan puasa, dalam sebuah hadits qudsi, disebutkan Allah SWT sebagai untuk-Ku. Maka, pahala puasa hanya menjadi rahasia Allah SWT.

Tetapi, Ustadz Hanan Attaki, dalam video yang diunggah channel Youtube pribadinya Hannan Attaki pada 4 Juli 2019, yang dikutip PORTAL JEMBER pada Senin 15 Juni 2020, ada amalan yang derajat keutamaannya sama dengan orang yang rajin shalat malam dan puasa.

“Rasulullah bersabda, ‘Seorang mukmin akan bisa meraih keutamaan dan derajat orang yang rajin puasa dan shalat malam disebabkan akhlaknya yang baik.’ Hadits ini diriwayatkan Imam Ahmad, Abu Dawud, dan Nasai,” katanya.

Karena itu, orang yang akhlaknya baik, seperti orang ahli ibadah di malam hatri dan ahli puasa di siang hari.

Sehingga, kata dia, jika seseorang belum sanggup menjalani ibadah-ibadah sunnah, baik itu shalat sunnah, puasa sunnah, dan sebagainya, maka setidaknya ia harus menjalankan ibadah yang wajib dan berakhlak baik.

“Dengan akhlak yang baik, ia seperti qowwam dan showwam. Jadi bukan hanya setara dengan shalat malam sekali atau puasa sehari, tapi bertahun-tahun lamanya,” kata dai yang tinggal di Bandung ini.

“Saat kita membantu kesulitan orang lain, itu nilainya sama halnya seperti ibadah shalat malam bertahun-tahun,” terangnya.

Akhlak yang baik, menurut Ustadz Hanan Attaki, bukan amalan sepele dalam Islam. Istilah rahmah bisa diartikan akhlak baik.

Bahkan, salah satu misi risalah Rasulullah Muhammad SAW kepada umat manusia adalah menyempurnakan akhlak. “Jadi akhlak baik ini bukan perkara sepele atau ringan,” ingatnya.

Dalam sebuah hadits, kata dia, Rasulullah Muhammad SAW memperingatkan, seharusnya seorang muslim itu selamat dari kejahatan lisan dan tangan muslim lainnya.
Kalau dulu, hal itu dimaknai orang harus selamat dari caci maki, ghibah, atau memukul dan mencuri.

“Tapi kalau sekarang, lisan dan jemari ini harus terjaga dari menulis komentar yang mengundang fitnah, hoaks, atau menyakiti orang lain,” tandasnya.